Selasa, 04 September 2012

Konservasi Air dan Tanah


Metode konservasi tanah dan air dapat dibagi dalam tiga golongan, yaitu:

a. Metode vegetatif
Metode vegetatif adalah suatu cara pengelolaan lahan miring dengan menggunakan tanaman sebagai sarana konservasi tanah (Seloliman, 1997). Tanaman penutup tanah ini selain untuk mencegah atau mengendalikan bahaya erosi juga dapat berfungsi memperbaiki struktur tanah, menambahkan bahan organik tanah, mencegah proses pencucian unsur hara dan mengurangi fluktuasi temperatur tanah.
Metode vegetatif untuk konservasi tanah dan air termasuk antara lain: penanaman penutup lahan (cover crop) berfungsi untuk menahan air hujan agar tidak langsung mengenai permukaan tanah, menambah kesuburan tanah (sebagai pupuk hijau), mengurangi pengikisan tanah oleh air dan mempertahankan tingkat produktivitas tanah (Seloliman, 1997).
Penanaman rumput kegunaannya hampir sama dengan penutup tanah, tetapi mempunyai manfaat lain, yakni sebagai pakan ternak dan penguat terras. Cara penanamannya dapat secara rapat, barisan maupun menurut kontur.
Penggunaan sisa tanaman untuk konservasi tanah dapat berbentuk mulsa atau pupuk hijau. Dengan mulsa maka daun atau batang tumbuhan disebarkan di atas permukaan tanah, sedangkan dengan pupuk hijau maka sisa-sisa tanaman tersebut dibenamkan ke dalam tanah (Arsyad, 1989).
Syarat-syarat dari tanaman penutup tanah, antara lain:
1. Dapat berkembang dan daunnya banyak.
2. Tahan terhadap pangkasan.
3. Mudah diperbanyak dengan menggunakan biji.
4. Mampu menekan tanaman pengganggu.
5. Akarnya dapat mengikat tanah, bukan merupakan saingan tanaman pokok.
6. Tahan terhadap penyakit dan kekeringan.
7. Tidak berduri dan bersulur yang membelit.
Selain dengan penanaman tanaman penutup tanah (cover crop), cara vegetatif lainnya adalah:
1. Tanaman dengan lajur berselang-seling, pada kelerengan 6 – 10 % dengan tujuan:
• Membagi lereng agar menjadi lebih pendek.
• Dapat menghambat atau mengurangi laju aliran permukaan.
• Menahan partikel-partikel tanah yang terbawa oleh aliran permukaan.
Tipe-tipe tanaman lajur berseling adalah:
• Countur strip cropping, adalah penanaman berselang berdasarkan garis kontur.
• Field strip cropping, digunakan untuk kelerengan yang tidak bergelombang dengan jalur dapat melewati garis kontur, tetapi tanaman tidak melewati garis kontur.
• Wind strip cropping, digunakan pada lahan yang datar atau kelerengan yang tidak tajam dengan jalur tanaman tegak lurus arah angin, sehingga kadang-kadang arah alur searah dengan kelerengan.
• Buffer strip cropping, adalah lajur tanaman yang diselingi dengan lajur rumput atau legume sebagai penyangga.
2. Menanam secara kontur (Countur planting), dilakukan pada kelerengan 15 – 18 % dengan tujuan untuk memperbesar kesempatan meresapnya air sehingga run off berkurang.
3. Pergiliran tanaman (crop rotation).
4. Reboisasi atau penghijauan.
5. Penanaman saluran pembuang dengan rumput dengan tujuan untuk melindungi saluran pembuang agar tidak rusak.

b. Metode mekanik
Cara mekanik adalah cara pengelolaan lahan tegalan (tanah darat) dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah dan batu sebagai sarana konservasi tanahnya. Tujuannya untuk memperlambat aliran air di permukaan, mengurangi erosi serta menampung dan mengalirkan aliran air permukaan (Seloliman, 1997).
Termasuk dalam metode mekanik untuk konservasi tanah dan air di antaranya pengolahan tanah. Pengolahan tanah adalah setiap manipulasi mekanik terhadap tanah yang diperlukan untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Tujuan pokok pengolahan tanah adalah menyiapkan tempat tumbuh bibit, menciptakan daerah perakaran yang baik, membenamkan sisa-sisa tanaman dan memberantas gulma (Arsyad, 1989).
Pengendalian erosi secara teknis-mekanis merupakan usaha-usaha pengawetan tanah untuk mengurangi banyaknya tanah yang hilang di daerah lahan pertanian dengan cara mekanis tertentu. Sehubungan dengan usaha-usaha perbaikan tanah secara mekanik yang ditempuh bertujuan untuk memperlambat aliran permukaan dan menampung serta melanjutkan penyaluran aliran permukaan dengan daya pengikisan tanah yang tidak merusak.
Pengolahan tanah menurut kontur adalah setiap jenis pengolahan tanah (pembajakan, pencangkulan, pemerataan) mengikuti garis kontur sehingga terbentuk alur-alur dan jalur tumpukan tanah yang searah kontur dan memotong lereng. Alur-alur tanah ini akan menghambat aliran air di permukaan dan mencegah erosi sehingga dapat menunjang konservasi di daerah kering. Keuntungan utama pengolahan tanah menurut kontur adalah terbentuknya penghambat aliran permukaan yang memungkinkan penyerapan air dan menghindari pengangkutan tanah. Oleh sebab itu, pada daerah beriklim kering pengolahan tanah menurut kontur juga sangat efektif untuk konservasi ini.
Pembuatan terras adalah untuk mengubah permukaan tanah miring menjadi bertingkat-tingkat untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan dan menahan serta menampungnya agar lebih banyak air yang meresap ke dalam tanah melalui proses infiltrasi (Sarief, 1986). Menurut Arsyad (1989), pembuatan terras berfungsi untuk mengurangi panjang lereng dan menahan air sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan dan memungkinkan penyerapan oleh tanah, dengan demikian erosi berkurang.

c. Metode kimia
Kemantapan struktur tanah merupakan salah satu sifat tanah yang menentukan tingkat kepekaan tanah terhadap erosi. Yang dimaksud dengan cara kimia dalam usaha pencegahan erosi, yaitu dengan pemanfaatan soil conditioner atau bahan-bahan pemantap tanah dalam hal memperbaiki struktur tanah sehingga tanah akan tetap resisten terhadap erosi (Kartasapoetra dan Sutedjo, 1985).
Bahan kimia sebagai soil conditioner mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap stabilitas agregat tanah. Pengaruhnya berjangka panjang karena senyawa tersebut tahan terhadap mikroba tanah. Permeabilitas tanah dipertinggi dan erosi berkurang. Bahan tersebut juga memperbaiki pertumbuhan tanaman semusim pada tanah liat yang berat (Arsyad, 1989).
Penggunaan bahan-bahan pemantap tanah bagi lahan-lahan pertanian dan perkebunan yang baru dibuka sesunggunya sangat diperlukan mengingat:
• Lahan-lahan bukaan baru kebanyakan masih merupakan tanah-tanah virgin yang memerlukan banyak perlakuan agar dapat didayagunakan dengan efektif.
• Pada waktu penyiapan lahan tersebut telah banyak unsur-unsur hara yang terangkat.
• Pengerjaan lahan tersebut menjadi lahan yang siap untuk kepentingan perkebunan, menyebabkan banyak terangkut atau rusaknya bagian top soil, mengingat pekerjaannya menggunakan peralatan-peralatan berat seperti traktor, bulldozer dan alat-alat berat lainnya.

Minggu, 02 September 2012

Mengenai Kultur Jaringan

Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.
 Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif.[1] Berbeda dari teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu.[1] Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro. Dikatakan in vitro (bahasa Latin), berarti "di dalam kaca" karena jaringan tersebut dibiakkan di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu.[2] Teori dasar dari kultur in vitro ini adalah Totipotensi.[3] Teori ini mempercayai bahwa setiap bagian tanaman dapat berkembang biak karena seluruh bagian tanaman terdiri atas jaringan-jaringan hidup.[3] Oleh karena itu, semua organisme baru yang berhasil ditumbuhkan akan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya.[3]
 Pelaksanaan teknik ini memerlukan berbagai prasyarat untuk mendukung kehidupan jaringan yang dibiakkan.[2] Hal yang paling esensial adalah wadah dan media tumbuh yang steril.[4] Media adalah tempat bagi jaringan untuk tumbuh dan mengambil nutrisi yang mendukung kehidupan jaringan.[2] Media tumbuh menyediakan berbagai bahan yang diperlukan jaringan untuk hidup dan memperbanyak dirinya.

Media

Ada dua penggolongan media tumbuh: media padat dan media cair. [2] Media padat pada umumnya berupa padatan gel, seperti agar, dimana nutrisi dicampurkan pada agar.[2] Media cair adalah nutrisi yang dilarutkan di air.[2] Media cair dapat bersifat tenang atau dalam kondisi selalu bergerak, tergantung kebutuhan.[2] Komposisi media yang digunakan dalam kultur jaringan dapat berbeda komposisinya.[4] Perbedaan komposisi media dapat mengakibatkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan eksplan yang ditumbuhkan secara in vitro.[5] Media Murashige dan Skoog (MS) sering digunakan karena cukup memenuhi unsur hara makro, mikro dan vitamin untuk pertumbuhan tanaman. [6]
Nutrien yang tersedia di media berguna untuk metabolisme, dan vitamin pada media dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah sedikit untuk regulasi.[7][8] Pada media MS, tidak terdapat zat pengatur tumbuh (ZPT) oleh karena itu ZPT ditambahkan pada media (eksogen).[7] ZPT atau hormon tumbuhan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman.[7] Interaksi dan keseimbangan antara ZPT yang diberikan dalam media (eksogen) dan yang diproduksi oleh sel secara endogen menentukan arah perkembangan suatu kultur Penambahan hormon tumbuhan atau zat pengatur tumbuh pada jaringan parenkim dapat mengembalikan jaringan ini menjadi meristematik kembali dan berkembang menjadi jaringan adventif tempat pucuk, tunas, akar maupun daun pada lokasi yang tidak semestinya. [9] Proses ini dikenal dengan peristiwa dediferensiasi. Dediferensiasi ditandai dengan peningkatan aktivitas pembelahan, pembesaran sel, dan perkembangan jaringan.

Metode

Metode perbanyakan tanaman secara in vitro dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu melalui perbanyakan tunas dari mata tunas apikal, melalui pembentukan tunas adventif, dan embriogenesis somatik, baik secara langsung maupun melalui tahap pembentukan kalus.[2] Ada beberapa tipe jaringan yang digunakan sebagai eksplan dalam pengerjaan kultur jaringan.[5] Pertama adalah jaringan muda yang belum mengalami diferensiasi dan masih aktif membelah (meristematik) sehingga memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi.[5] Jaringan tipe pertama ini biasa ditemukan pada tunas apikal, tunas aksiler, bagian tepi daun, ujung akar, maupun kambium batang.[10] Tipe jaringan yang kedua adalah jaringan parenkima, yaitu jaringan penyusun tanaman muda yang sudah mengalami diferensiasi dan menjalankan fungsinya.[10] Contoh jaringan tersebut adalah jaringan daun yang sudah berfotosintesis dan jaringan batang atau akar yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan

source :  Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Selasa, 28 Agustus 2012

MY CERPEN(Lala sayang kak Kayla)


Di suatu  minggu pagi yang cerah aku sudah bersiap-siap untuk memulai aktivitas melakukan senam pagi dengan keluarga bersepeda bersama dengan mama, papa dan si cerewer Lala. Sedari tadi aku perhatikan Lala tidak ada lelahnya bertanya pada mama dan papa.
“Pah..mah..kenapa harus naik sepeda pagi-pagi begini?” tanya Lala sambil terus  menarik sepeda roda tiganya.
“yah..biar sehat kan Lala seneng kalau naik sepeda walaupun belum lancer sih “ jawab papa sambil tersenyum kea rah mama yang sibuk mendampingi Lala menarik sepedanya.
“bener kata papa kalau Lala sehat kan mama dan kak Kayla juga kan seneng saying, walaupun Lala belum lancer naik sepedanya mama, papa dan kak Kayla bakal nemenin Lala sampe lancer deh “
“aduhh…, lala cerewet banget sih tinggal naik sepeda aja kayanya ribet banget lagian sapa juga yang mau ngajarin kamu naik sepeda kaya kaka ngga ada kerjain lain aja” jawabku  sekenanya.
“eh.., Kay enggak boleh gitu dong sama Lala, wajar kalau dia banyak nanya karena memang belum terbiasa aja naik sepeda apalagi dia masih kecil, kamu yang dewasa harusnya lebiih peka dong”
“iya Kay mama kamu benar Lala kan masih kecil lagian bukan pekerjaan yang berat Cuma ngajarin Lala naik sepeda aja”
“iya pah..mah.. belaiin terus aja Lala, kayanya Kay ngomong dikit tentang Lala bawaannya marah mulu” jawabku dengan wajah bête.
“bukan begitu Kay mama dan papa Cuma pengen kamu lebih pengertian sama Lala, dia masih kecil butuh perhatian lebih, dan bukan berarti mama dan papa jadi marah sama kamu” jawab mama dan menghampiri Kayla.
“yah..Kay ngerti kok..” jawabku sekenanya dan meninggalkan taman.
            Seharian penuh ini aku mengisi minggu pagiku dengan hal yang menyenangkan sekaligus menyebalkan. Menyenangkannya karena minggu pagi ini aku bisa sedikit melepas penat selama sepekan menghabiskan waktuku dengan pekerjaan rumah dari sekolah ditambah bimbingan belajar. Tetapi ada hal yang menyebalkan  yaitu kena omel mama dan papa karena aku tidak bisa lebih pengertian sama Lala. Karena semenjak ada Lala adik kecil yang super cerewet  mama dan papa jadi lebih mencurahkan perhatian sepenuhnya sama Lala. Mereka selalu membela dan melindungi Lala seolah mereka hanya mempunyai Lala dan melupakan aku.
***


            Pada suatu hari ketika aku dan teman-temanku  akan mengadakan kerja kelompok dirumah. Karena sebentar lagi akan diadakan ujian akhir semester tentu aku dan teman-temanku akan mempersiakannya sebaik mungkin.
“Kay..kita langsung mulai aja yuk belajarnya” ujar Rose .
“ayo..mending dimulai aja udah kumpul semua kan..”jawabku sambil menyiapkan buku pelajaran yang akan dibahas hari ini.
“iya Rose secara kamu ketua kelompoknya langsung aja dimulai” jawab uci yang duduk disampingnya.
“tapi sebentar temen-temen aku mau ambil minuman dan makanan ringan dulu ya..”
“wahh..jadi engga enak nih Kay kita jadi ngerepotin kamu” jawab kami serempak.
“udah..ngga usah kaya gitu biasa aja kali” jawabku sambil menata minuman dan makanan diatas meja.
            Tanpa sengaja aku melihat Lala mengitip aktivitas kami dari balik tirai. Belum sempat aku mengusirnya, salah satu temanku Ellen memanggil Lala untuk bergabung bersama kami.
“Lala.., kok berdri disitu sih sini dong gabung sama kak Ellen, kak Uci, Kak Rose dan kak Kay”
            Dengan wajah yang sumringah Lala pun langsung berlari kea rah meja kami.
“aduh Ellen ngapain pake manggil Lala sih, bukannya kita belajar malah bakalan sibuk jawab pertanyaan dia yang suka sok tahu”jawabku ketus.
“ya ampun Kay..secara Lala adik elu sendiri masa dibiarin berdiri ngitip dari jendela, biarin aja gabung sama kita biar ngga sepi jadi ngga ngantuk” jawab Ellen sambil menghampiri Lala.
“kak Ellen belajar apa sih?” tanya Lala sambil mengambil buku disebelah Ellen.
“ohh..ini namanya buku biologi didalamnya ada banyak gambar, ada gambar tumbuhan dan binatang, Lala suka binatang apa?”
“Lala seneng banget  teddy bear, kak Ellen seneng juga ngga?”
“Hehe..ya jelas kak Ellen seneng banget sama teddy bear apalagi beruangnya imut kaya Lala”jawab Ellen sambil mencubit pipi Lala.
            Dan tanpa sengaja tangan Lala menyenggol gelas orange juice dan membasahi semua buku pelajaran Kayla dan teman-temannya. Sepertinya  kesabaran Kayla sudah diambang batas dengan spontan Kayla langsung membentak Lala.
“Lala masuk kamar sekarang!!” bentakku pada Lala.
“Kay..kenapa sih kok bentak Lala kaya gitu?”
“Ellen..,Lala udah keterlaluan  liat gara-gara dia kita engga konsentrasi belajar karena dia banyak nanya, sekarang dia numpahin orange juice ke buku pelajaran gue”
“iya..gue tahu Kay tapi ngga begini cara ngasih tahu Lala, wajar Lala masih kecil dia ngga bakal bisa peka dengan benda disekitar  dia, lagian Lala kan sengaja numpahin minumannya Kay.” Sergah Ellen sambil memeluk Lala yang masih ketakutan.
“udah deh Len, Lala adik gue, jadi gue lebih tahu cara ngajarin etika sama dia, sini!”jawabku sambil menarik tangan Lala dengan paksa.
“Iya..gue tahu tapi ngga begini Kay.., Lala masih kecil lagian Lala ngga salah gue yang minta Lala gabung disini sama gue, jadi kalau elu mau marah, marah sama gue”
            Dan hari dimana harusnya diisi dengan belajar  kelompok berubah menjadi pertengkaran yang hebat antara aku Lala dan Ellen. Dan semua pun berakhir dengan penuh kekecewaan karena belum sempat kami mengulang pelajaran di sekolah  Lala sudah buat ulah. Semua kejadian sore itu pun aku ceritakan pada mama dan papa.
“pah..mah aku kesel banget sama Lala, gara-gara dia aku ngga jadi belajar kelompok untuk ujian nanti dan gara-gara Lala numpahin orange juice aku berantem sama Ellen”
“yah..udah lah Kay maklumi namanya juga anak kecil umur 5 tahun mana ngerti kaya begitu, kamu kan udah dewasa harus lebih sabar menghadapinya” jawab papa
“iya Kay mama setuju sama papa kamu harus esktra sabar sama Lala, bukan malah ngebentak dia kaya gitu”
“jadi mama dan papa menganggap aku yang salah dan lebih belaiin Lala?”
“yah..karena papa dan mama meihat kamu sudah dewasa sudah barang tentu kamu harus banyak mengalah dari Lala”
“heran aku sama papa dan mama kok lebih belaiin Lala udah jelas dia yang salah malah aku yang dinasehatin sih, kan anak papa sama mama kan engga Cuma Lala”jawabku dengan nada emosi.
“bukan begitu Kay..,kamu salah paham kalau mengira papa dan mama belaiin Lala, bukan begitu papa dan mama tahu Lala udah ganggu kegiatan belajar kamu sama teman-teman kamu tapi kita juga menginngat usia Lala itu masih kecil, jadi kamu harus lebih maklum “ sergah papa
            Tanpa mendengar penjelasan mama dan papa aku pun langsung masuk kamar dan meluapkan semua amarahku dengan menangis sejadinya.
***

            Sepulang sekolah aku langsung masuk kamar dan aku terperanjat kaget karena aku menemukan pensil crayon dan buku diary yang aku letakkan diatas meja belajar kini sudah berpindah tempat. Pensil crayon dan buku diaryku kini ada ditangan Lala. Dengan spontan aku langsung menarik buku diary ku dan mencubit tangan Lala tanpa ampun. Dan Lala hanya bisa meringis minta ampun, tapi aku tidak peduli kesabaranku sudah habis. Bagiku kali ini sudah tidak ada ampun lagi untuk Lala, dia sudah keterlaluan mengacak-acak pensil crayon dan diaryku. Karena mama mendengar tangisan Lala, mama pun bergegas masuk kamar dan menggendong Lala.
“Kay.., keterlaluan kamu Lala kamu cubit sampai merah begini, emang Lala punya salah apa sih sama kamu?” bentak mama
“mah.., Lala udah keterlauan dia berani masuk kamar ngacak-ngacak pensil crayon aku dan satu hal yang ngga bisa aku maafin Lala mencoret-coret buku diary aku mah..”sergahku
“Ya ampun…Kay Cuma itu kamu sampai cubit Lala kaya gini, nanti mama beliin pensil crayon dan buku diary baru,”
“bukan masalah diganti baru mah.., Cuma kesel karena Lala udah masuk kamar aku tanpa izin dan ngacak-acak meja belajar aku”
“kamu mau cubit dia sampai biru pun Lala engga bakalan ngerti, lagian kamu juga salah Kay kenapa biarin pintu kamar kamu terbuka, bukan salah Lala yang akhirnya penasaran pengen liat-liat”
“kok mama malah belaiin Lala terus sih?, kayanya apapun yang aku lakuin ngga ada yang bener dimata mama, yang mama pikirin Lala terus”
“Kay.., kamu kaya anak kecil aja inget kamu udah kelas 3 SMA udah mau kuliah tapi pola piker kamu bukan kaya anak SMA, mama Cuma minta kamu maklumi Lala kan masih kecil harus ekstra sabar”
“terserah mama aja deh..” jawabku sambil berlalu.



***

            Minggu sore aku, Rose  dan Ellen janjian bertemu di rumah Uci untuk melaksanakan belajar kelompok  dan  mengulang beberapa materi pelajaran yang diajarkan di sekolah. Dan aku pun minta izin sama papa dan mama. Tiba-tiba Lala menarik bajuku dan merengek ingin ikut, aku berusaha melepaskan pegangannya dan tidak berhenti sampai disitu aku berlari keluar gerbang tanpa aku sadari ternyata Lala masih mengejarku sampai keluar gerbang. Tiba-tiba terdengar benturan yang sangat keras aku pun langsung menoleh. Ternyata Lala tertabrak mobil saat mengejarku tadi. Aku terperanjat kaget dan langsung menghampiri kerumunan orang yang melihat peristiwa itu. Mama dan papa pun langsung berhamburan keluar rumah dan kami pun langsung  membawa Lala ke rumah sakit. Dan Lala pun langsung masuk ruang ICU. Kami pun tinggal menunggu keterangan dokter yang menangani Lala. Rasa takut, sedih, bersalah yang sangat besar membaur menjadi satu.
“Pah..mah.., Kay minta maaf udah bikin Lala jadi kaya gini, aku engga tahu kalau Lala ngejar Kay sampai keluar gerbang, “
“Kay..udah sekarang kamu tenang serahkan semuanya sama Allah, Allah pasti memberikan yang terbaik untuk Lala, mendingan kita semua banyak berdoa untuk keselamatan Lala” jawab papa sambil menenangkanku yang terus menangis.
           


Selama 3 jam menunggu di depan ruang ICU dan menunggu dokter keluar dan memberikan keterangan mengenai keadaan Lala. Dan akhirnya dokter pun keluar dari ruang ICU. Kami pun langsung meminta keterangan dokter mengenai keadaan Lala saat ini.
“Dok.., bagaimana keadaan Lala sekarang?”tanya papa  dan mama dengan raut cemas.
“iya..Dok.., bagaimana keadaan adik saya?”
“Sebelumnya saya minta maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun Tuhan berkehendak lain nyawa Lala tidak dapat tertolong karena benturan dikepala yang cukup keras dan terlalu banyak mengeluarkan darah. Kami mohon ibu dan bapak bisa meng ikhlaskan semuanya tentu Tuhan punya rencana yang lebih baik untuk anak bapak dan ibu.”
            Keterangan dokter tadi bagai petir di siang bolong aku pun tak bisa berkutik apapun. Antara percaya dan tidak percaya aku pun tersungkur dalam rasa bersalah yang amat dalam. Andai saja aku menuruti keinginannya dan mengenyampingkan rasa egoisku semua ini tidak akan terjadi. Dan tiba-tiba mama jatuh pingsan tidak lama setelah mendengar keterangan dokter. Aku dan papa langsung membopong mama ke ruang perawatan  dan berusaha menenangkan mama.
***
  Akhirnya kami pun  bisa mengikhlaskan semua kejadian ini, mungkin Allah punya rencana yang terindah untuk adikku Lala. Aku pun tidak dapat membendung airmataku saat jasad kaku Lala dibenamkan kedalam liang lahat wajah terakhir yang dapat aku lihat. Tidak ada celoteh cerewet yang keluar dari mulut mungilnya, tidak ada lagi tawa dan tangis rengekan Lala setiap aku pergi ke sekolah dan tidak ada lagi suara tangis Lala ketika aku membentaknya. Semua tinggal kenangan kini aku hanya dapat melihat pusara terakhirnya. Sesampainya kami dirumah rasa kangen itu lebih kuat, tiba-tiba aku teringat buku diary yang terakhir dicoret-coret oleh Lala waktu itu, aku belum meliaht dia membuat coretan apa di dalam buku diaryku dan kata-kata itu semakin membuat sesak nafasku saat membacanya ternyata Lala menuliskan “Lala sayang kak Kay”


Kamis, 14 Juni 2012

Teknik Produksi Benih


PENYIAPAN LAHAN
Lahan sawah
a. Tanpa pengolahan tanah
* Di lahan sawah, penanaman kedelai setelah panen padi dapat dilakukan
tanpa pengolahan tanah.
* Tanah cukup lembab. Usahakan begitu padi dipanen, segera tanam atau
paling lambat jangan melebihi 3 (tiga) hari setelah padi di panen.
PEMILIHAN LAHAN
Pemilihan lahan untuk penangkaran benih kedelai, hendaknya disesuaikan
dengan masa tanam di masing-masing lokasi penanaman (Agroekologi spesifik), yaitu:
* Lahan tegalan awal musim hujan (MH I)
* Lahan tegalan akhir musim hujan (MH II)
* Lahan sawah awal musim kemarau (MK I)
* Lahan sawah akhir musim kemarau (MK II)
Mengingat mutu benih kedelai yang dihasilkan dari penanaman awal musim hujan
biasanya kurang baik, disarankan menanam kedelai untuk pembenihan dilaksanakan
pads saat akhir musim hujan di lahan tegal (MH II) atau menjelang musim kemarau di
lahan sawah (MK I dan MK II).
Pemilihan lahan juga harus memiliki persyaratan sebagai berikut:
* Tanahnya cukup subur/gemuk, dengan tingkat kesuburan sedang sampai baik.
* Pengairan cukup dan atau dibuat saluran-saluran drainase yang baik.
* Mudah/terdapat sarana angkutan.
* Tanah untuk pertanaman benih hendaknya bukan bekas tanaman kedelai
sebelumnya agar percampuran varietas dapat dihindarkan.
* Sebaiknya pemilihan lahan tersebut, sudah sesuai dengan persyaratan sertifikasi
benih untuk menjamin kelulusan lapang oleh BPSB (Balai Pengawasan dan
Sertifikasi Benih).
* Lahan bersih dari gulma dan jerami dibabat (dipotong) sampai dekat ke
permukaan tanah
* Buat petakan dengan lebar petak 2-3 meter, dan jarak saluran antar-petak 25-30
cm dengan kedalaman 25-30 cm. Panjang petakan tergantung dari luas panjang
petakan (Gambar 1).
b. Dengan pengolahan tanah
* Apabila tanah kering (jangka lama sejak padi dipanen ), sebaiknya
dilakukan pengolahan tanah sempurna (2 x bajak, 1 x perataan)
* Sebelum tanah diolah sempurna, dibuat petakan dengan ukuran 2-3
meter dan panjang 10-15 meter. Jarak antar-petak dan kedalaman
saluran 25-30 cm.
Lahan Tegalan
* Di lahan tegalan / kering, penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pengolahan
tanah terlebih dahulu
* Tanah diolah dengan bajak 2x dan perataan
* Membuat petakan atau bedengan dengan lebar petak 2-3 m, dan panjang petak
10-15 m.
* Membuat saluran antar-petak dengan lebar dan kedalaman saluran 25-30 cm.
* Inokulasi pupuk Mikroba (PMMG)
- 3 g/kg benih (1 bungkus PMMG untuk 8-10 kg/benih
- Basahi benih dengan air bersih sebelum PMMG dicampur pada benih
- Pencampuran benih dengan PMMG dilakukan secara bertahap (setiap
bungkus 8-10 kg benih) agar benih yang telah diinokulasi segera habis
tertanam.
- Lubang tanam ditutup segera setelah tanam agar tidak terkena sinar
matahari dan tidak boleh menggunakan fungisida.
- Prioritas penggunaan PMMG pada areal bukaan baru dan areal kedelai
yang belum terjadi pembintilan (modul) efektif.
POLA TANAM
Lahan Sawah
a. Masa Tanam
* (MK 1, awal musim kemarau)
* (MK 11, akhir musim kemarau)
b. Pola tanam
Di lahan sawah, musim tanam kedelai mengikuti pola rotasi berikut:
* Padi - Padi - Kedelai
* Padi - Kedelai - Kedelai
* Padi - Jagung - Kedelai
* Padi - Kacang tanah - Kedelai
Lahan Tegalan
a. Masa tanam
* Sebaiknya menanam kedelai , pembenihan dilakukan pada akhir musim
hujan (MH 11 ).
b. Pola tanam
* Jagung/Kacang tanah - Kedelai
* Padi gogo - Kedelai
* Kacang tanah - Kedelai
TANAM DAN JARAK TANAM
a. Gunakan benih yang balk dengan daya tumbuh 90-100%
b. Jumlah benih 40-50 kg biji/ha, ditanam 1-2 biji/lubang
c. Cara penanaman benih, baik di lahan sawah maupun di lahan kering dianjurkan
secara tugal dengan jarak tanam teratur. Di lahan sawah bekas panen padi
(tanpa pengolahan tanah), penugalan dapat dilakukan di samping tunggul jerami
padi (Gambar 2).
d. Kedalaman lubang 3-5 cm, lubang tanam ditutup dengan abu jerami atau tanah.
e. Jarak tanam anjuran
* 40 x 10 cm ( 2 biji per lubang) dengan populasi 500.000 tanam/ha
* 40 x 15 cm ( 2 biji per lubang) dengan populasi 300.000 tanam/ha
* 50 x 10 cm ( 2 biji per lubang ) dengan populasi 400.000 tanam/ha
f. Untuk menghindari penyusutan, sebelum ditanam benih dicampur dahulu
dengan insektisida Marshal 25 ST pola takaran 15 g untuk setiap kg benih.
PEMUPUKAN
a. Takaran pupuk
* Tanah Podzolik merah kuning (+ PMMG ).
- 0 kg urea
- 75 kg/ha SP - 36
- 50 kg/ha. Kcl
* Tanah Non Podzolik ( tanpa PMMG )
- 0 kg urea
- 50 kg/ha SP-36
- 50 kg/ha Kcl
* Tanah Podzolik ( tanpa PMMG )
- 50 kg/ha urea
- 150 kg/ha SP-36
- 50 kg/ha Kcl.
* Tanah Non Podzolik ( tanpa PMMG ).
- 50 kg/ha urea
- 100 kg/ha SP-36
- 50 kg/ha Kcl.
b. Cara Aplikasi Pupuk
* Penempatan pupuk dengan cara ditugal atau garit dengan jarak 5 cm dari
lubang tanam. Ketiga jenis pupuk dicampur dan dimasukan ke lubang
tugal atau garit, selanjutnya ditutup dengan tanah (Gambar 3 dan 4).
Pemupukan dapat pula dilakukan dengan cara dilarikan (Gambar 5 ).
* Tekstur tanah ringan/curah hujan tinggi, Seluruh pupuk SP-36, setengah
Urea dan setengah KCl diberikan pada saat tanam secara tunggal
disekitar lubang tanam dengan jarak 7 -10 cm, kemudian sisa Urea dan
KC1 diberikan bersamaan pada saat tanaman berumur 20 - 30 hari,
menjelang tanaman kedelai berbunga atau sesudah penyiangan.
* Tekstur tanah berat, Seluruh SP-36 dan KCl serta setengah Urea
diberikan saat tanam, kemudian Urea yang sisa diberikan menjelang
tanaman berbunga.
PENYIANGAN
Penyiangan dapat dilakukan 2 atau 3 kali selama pertumbuhan tanaman.
Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 15 HST, atau tergantung
banyaknya gulma. Penyiangan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur 40-45
HST. Cara penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan kored atau pancung,
kemudian tanah ditimbun/dibumbun ke barisan tanaman (Gambar 6)
PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT
Lalat Bibit ( pada daerah curah hujan tinggi ) :
- Gunakan mulsa jerami segera setelah tanam untuk menekan lalat bibit
(pada lahan sawah).
- Gunakan Marshal 0,5 kg/ha ( sebagai perlakuan benih ) pada areal yang
tidak menggunakan PMMG.
- Kendalikan berdasarkan pemantauan : 2 kelompok telur/ 30 rumpun
tanaman, 180 ulat instar 2/30 rumpun atau 10 ekor instar 3/10 rumpun
dan telah terjadi 25 % kerusakan daun, gunakan insektisida.
- Ambang pengendalian fase generatif 15 ekor instar 3/10 rumpun,
intensitas kerusakan >12,5 % , 180 ekor instar 2/30 rumpun.
- Gunakan insektisida apabila terdapat 20 ulat etiella /10 rumpun, 2 ekor
imago Rhiptortus /10 rumpun, 2,5 % polong terserang kepik hijau.
- Ambang pengendalian fase generatif terdapat 15 instar 2/10 rumpun, 10
instar 2/10 rumpun, 10 instar 2/10 rumpun, instar 4-6 kendalikan secara
mekanis, intensitas serangan pada polong > 2 %.
PENGAIRAN
Pengairan pada saat tanam dan pemeliharaan harus mencukupi, terutama pada
tanaman di lahan sawah pada muslin kemarau, agar hasil dan mutu benih memuaskan.
Tanaman kedelai memerlukan kelembaban tanah yang cukup sejak awal pertumbuhan
hingga pengisisan polong penuh. Dalam keadaan air terbatas, tanaman diairi minimal
pada awal pertumbuhan vegetatif, masa pembuangan, masa pembentukan polong dan
masa pengisian biji.
Di lahan tegalan, pengairan air pada lahan yang drainasenya buruk dapat
menghambat pertumbuhan akar dan bintil akar. Selama drainase untuk kondisi seperti
ini, mutlak harus di buat.
PEMANENAN
Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari dalam keadaan cuaca cerah (balk).
Cara panen adalah sebagai berikut :
* Tanda visual bisa di panen yaitu bila daun kedelai telah rontok, polong berwarna
kering/coklat.
* Memotong bagian pangkal batang bawah dengan sabit gerigi.
* Hindari panen dengan cara tanaman di cabut untuk menghindari terbawanya
tanah (kotor).
* Brangkasan tanaman hasil panen, dikumpulkan ditempat penjemuran
(pengeringan) dengan diberi alas (terpal atau plastik).
PASCAPANEN
Penanganan pascapanen untuk perbenihan kedelai mulai dari pengeringan
brangkasan, pembijian, pengeringan biji, pembersihan dan sortasi, paking, serta
penyimpanan biji.
Pengeringan brangkasan
Brangkasan tanaman dijemur untuk memudahkan perontokan biji.
* Penjemuran dimulai sejalan dengan berlangsungnya panen. Bila sampai
sore hari belum kering benar, penjemuran bisa dilanjutkan keesokan
harinya. Lindungi/tutup brangkasan dengan terpal pada saat malam hari,
untuk menghindari kelembaban.
* Hindari pemeraman brangkasan, bila brangkasan tanaman tidak langsung
dijemur dan dibiarkan lama disimpan, lama menurunkan mutu dan daya
simpan benih.
* Penjemuran brangkasan, dilakukan hingga kadar air biji kedelai telah
menurun + 13-15%.